Senin, 08 Maret 2010

KONSEP DAN MATERI DAKWAH IKATAN PELAJAR MUHAMMADIYAH

5.1(Dasar dakwah)

Pengenalan Islam)
Agama merupakan syariat Allah yang diturunkan kepada lisan para Anbiya’ yang terdiri dari perintah-perintah dan larangan-larangan, dan sebagai petunjuk bagi manusia untuk kebahagiaan di dunia dan di akhirat ( HPT Bab Masalah yang lima)
Agama yakni Agama Islam adalah agama yang dibawa oleh nabi Muhammad SAW yang terdapat di dalam Al-Quran dan As sunah Shohihah atau maqbulah, terdiri dari perintah-perintah dan larangan-larangan, dan sebagai petunjuk bagi manusia untuk kebahagiaan di dunia dan Akhirat (HPT Bab Masalah yang Lima).
Mengenai agama Allah SWT telah menjelaskan didalam firman-Nya tentang agama dan Islam. Sebagaimana Allah nyatakan dalam QS. Al-Imron: 19
إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ وَمَا اخْتَلَفَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ إِلَّا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ وَمَنْ يَكْفُرْ بِآيَاتِ اللَّهِ فَإِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ(19)
Sesungguhnya Agama (yang benar) disisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al-kitab kecuali setelah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian di antara mereka. Barang siapa yang kafir terhadap Ayat-ayat Allah sangat cepat hisab-Nya.
Hal ini berarti, barang siapa memeluk agama selain Islam maka agama itu akan tertolak ( baik dalam Aqidah, Syariat, Aturan Tata Hidup). Allah terangkan dalam QS. Ali Imron: 85
وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ(85)
Barang siapa mencari agama selain Agama Islam, maka tidak akan diterima (agama itu), dan di akhirat dia termasuk orang – orang yang merugi.

Agama Islam tersebut, diturunkan oleh Allah melalui perantara malaikat Jibril kepada Rosul-Nya, Nabi Besar Muhammad SAW sebagai rahmat dan kasih sayang Allah kepada seluruh umat manusia, dengan maksud agar Islam digunakan sebagai pedoman hidup dalam kehidupan dunia seperti beribadah, bergaul, belajar, bekerja dan lain-lain, maupun dalam kehidupan Akhirat.
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ(107)
“ Dan tiadalah kami mengutus kamu ( Muhammad) melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam” (QS. Al-Anbiya: 107)

Dengan petunjuk itu, manusia diharapkan dapat mengembangkan bakat dan potensi yang dimilikinya secara Shodiq (benar) dan munasib ( sesuai Qur-an dan Assunah maqbulah) untuk kemudian menjadi manusia yang sebaik-baiknya baik di mata ( hadapan) Allah maupun di mata manusia. Karena pada dasarnya manusia Allah ciptakan dalam bentuk yang sebaik-baiknya, dan berguna dalam menghadirkan kemaslahatan. Kemaslahatan untuk menuju maqoshidu As-syariat ( Menjaga Agama (ad-din), Jiwa (al-nafs), Akal (al-aql), harta (al-mal), keturunan ( al Ard). Allah SWT Berfirman di dalam QS at-tin: 4,
لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ(4 )
“Sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dalam bentuk sebaik-baiknya”.

Sesuai fitrah atau kesucian dalam manusia, seiring dengan itu Allah ciptakan Agama Islam sesuai dengan fitrah kejadian manusia. Karenanya, dalam menempuh samudra kehidupan, Islam selalu dapat menjadi pembimbing yang munasib atau sesuai di setiap zaman dan waktu
فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا فِطْرَةَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ(30)

“Maka hadapkanlah wajahmu, dengan lurus kepada agama (Allah). (tetaplah) Fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (itulah) Agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”
QS. Ar-rum: 30

Oleh karena itu Islam sampai kapan pun tetap merupakan aturan / ajaran yang sangat dinanti-nanti oleh manusia, guna membimbing jalan hidupnya agar terlepas dari kegelapan dan ketidak pastian maupun keragu-raguan didalam hati. Allah menjelaskan masalah itu di dalam QS. Ibrohim: 1,
الر كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ لِتُخْرِجَ النَّاسَ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ بِإِذْنِ رَبِّهِمْ إِلَى صِرَاطِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ(1)
“alif, laam raa. ( ini adalah) Kitab yang kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap-gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Allah yang Maha Kuasa lagi Maha Terpuji”

Meskipun demikian, masih ada sebagian kelompok manusia yang menggunakan waktu hidupnya untuk melayani hawa nafsu yang cenderung menjerumuskan.
أَفَرَأَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ إِلَهَهُ هَوَاهُ وَأَضَلَّهُ اللَّهُ عَلَى عِلْمٍ وَخَتَمَ عَلَى سَمْعِهِ وَقَلْبِهِ وَجَعَلَ عَلَى بَصَرِهِ غِشَاوَةً فَمَنْ يَهْدِيهِ مِنْ بَعْدِ اللَّهِ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ(23)
“Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya, dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmunya. Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya serta meletakan tutupan atas penglihatannya. Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk, Sesudah Allah ( membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran ?”.( QS. Al-Jatsiyah:23)

Melihat hal demikian maka tingkah laku mereka sulit dibedakan dengan kehidupan hewan, bahkan lebih hina lagi. Allah SWT terangkan didalam QS. Al-A’raf: 179,
وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ لَهُمْ قُلُوبٌ لَا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ ءَاذَانٌ لَا يَسْمَعُونَ بِهَا أُولَئِكَ كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ أُولَئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ(179)
“Dan sesungguhnya, kami jadikan untuk (isi neraka jahanam) kebanyakan dari jin dan manusia. Mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami ( Ayat-ayat Alah) dan mereka mempunyai mata, tetapi tidak digunakannya untuk melihat ( tanda-tanda kekuasaan Allah) mereka mempunyai telinga, tetapi tidak dipergunakannya untuk mendengar (Ayat-ayat Allah). Meraka itu seperti binatang ternak , bahkan mereka lebih sesat lagi, mereka itulah orang-orang yang lalai”.

Usluub (gaya) manusia seperti yang Allah jelaskan diatas, hidupnya tidak akan mendatangkan kemaslahatan, melainkan membuat kerusakan di mana-mana.
ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ(41)
“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar) QS. Ar-rum: 41

Untuk itu, Allah tetap memberi peringatan agar manusia selalu menempuh jalan kemaslahatan, dan merangkuh Islam secara Kaffah (sempurna). Allah telah menjelaskan di dalam QS Al-Baqaroh: 208,
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ(208)
“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu turuti langkah-langkah syaithon. Sesungguhnya syaithon itu musuh yang nyata bagimu”

5.2 Kewajiban Dakwah
Berdakwah merupakan tugas pokok atau utama bagi para rosul dalam menyampaikan risalahnya.
وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولًا أَنِ اُعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ فَمِنْهُمْ مَنْ هَدَى اللَّهُ وَمِنْهُمْ مَنْ حَقَّتْ عَلَيْهِ الضَّلَالَةُ فَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَانْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُكَذِّبِينَ(36)
“Dan sesungguhnya, kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat ( untuk menyerukan): Sembahlah Allah dan jauhilah thogut. Maka diantara Umat itu, ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula diantaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu dimuka bumi, dan perhatikanlah bagaimana kesudahan (akibat) orang-orang yang mendustakan (rasul-rosulnya) QS. An-nahl:36

Sebagai Khotaman nabiyyin, maka Nabi Muhammad SAW mempunyai tugas berdakwah yang dituju kepada seluruh umat (alam). Allah telah berfirman dalam QS. AL-A’raf: 158,
قُلْ يَاأَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ جَمِيعًا الَّذِي لَهُ مُلْكُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ يُحْيِي وَيُمِيتُ فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ الَّذِي يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَكَلِمَاتِهِ وَاتَّبِعُوهُ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ(158)
“Katakanlah: Hai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepada semua, yaitu Allah yang mempunyai kerajaan langit dan bumi. Tidak ada tuhan selain Dia, yang menghidupkan dan mematikan. Maka berimanlah kaum kepada Allah dan Rasul-Nya, Nabi yang Ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (Kitab-Nya) dan ikutilah dia, supaya kamu mendapat petunjuk”.

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ(107)
“Dan tidaklah kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam” (QS. Al-Anbiya:107)

Para rasul telah menunaikan tugas dakwah mereka dengan penuh rintangan dan ketabahan yang sangat mendalam, tetapi mereka menghadapinya dengan muka manis dan lapang dada. Sekarang para nabi dan rosul telah menghadap Allah. Maka tugas dakwah dilimpahkan kepada segenap muslimin dan muslimat untuk melanjutkannya. Secara logika surat tidak akan sampai kepada tangan seseorang, jika tidak ada yang menyampaikan, begitu juga risalah (agama) tidak akan sampai kepada manusia jika tidak ada yang mendakwahkannya.
وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ(104)
“Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyeru kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar. Mereka itulah orang-orang yang beruntung” QS. Al-Imron:104

Bagi seorang muslim dakwah merupakan tugas yang sangat mulia. Firman Allah dalam QS. A-Fushilat: 33,
وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِمَّنْ دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ(33)
“Siapakah yang lebih baik perkataannya, dari pada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal sholeh dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri”.

Didalam firman-Nya yang lain bahkan Allah menjadikan pelaku dakwah sebagai golongan umat yang terbaik,
كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَوْ ءَامَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ(110)
“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah kepada yang munkar, serta beriman kepada Allah, sekiranya Ahli Kitab beriman tentulah lebih baik bagi mereka, Diantara mereka ada yang beriman, tetapi kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik” QS. AL-Imron:110.

Oleh karena itu, merupakan keharusan bagi setiap muslim, termasuk pelajar untuk berdakwah menjadikan diri dan orang lain selamat di dunia dan di akhirat dengan memeluk Islam secara Kaffah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar